YORGs

Apa sih yang ada di benak kalian saat mendegar kata Life Goals? Bisa mencapai bucket list kalian, hidup bermakna, atau life goals cuma jadi sekedar makan es krim rasa coklat atau matcha dengan banyak topping yang hits banget itu sambil ditemani pacar? Benar juga sih, semua itu memang life goals. But Life Goals is more than that.

Aku mau share salah satu pembelajaran yang aku dapat dari buku The Power of 100! : Kick Start Your Dream, Build Momentum, and Discover Unlimited Possibility. Pengarangnya adalah Shaun King (Founder of Life Goals University).

power-of-100-9781476790176_hr

Buku ini pertama kali aku dapat waktu ada acara pameran buku besar-besaran yaitu Big Bad Wolf di Jatim Expo Surabaya. Wuihh, pengunjung yang datang banyak banget, dan memang benar buku yang ada di sana juga beragam dan worth it buat di beli.

20161028_223047.jpg

Akhirnya aku menjatuhkan hatiku pada sebuah buku kece ini.  Tapi aku lagi gak mau bahas isi satu buku ini. Cuma aku lagi tertarik nih sama bagian YORGs (Your Outrageously Ridiculous Goals). Beberapa teman ada yang bertanya tentang YORGs ini. Jadi yuk disimak semoga memberkati.

YORGs itu terdiri dari 7 (tujuh) area goals dalam hidup kita. Semua goal ini adalah milik kita pribadi, apa yang menjadi keinginan kita, harapan dan cita-cita kita. Ketujuh area ini adalah:

  1. Generosity Goals: How will I make the world a better place?

Ini berbicara tentang kemurahan hati, bagaimana kita berbagi dengan sesama yang membutuhkan.  Kemurahan hati tidak hanya baik untuk sekeliling kita, tetapi untuk jiwa kita juga.

  1. Health and Fitness Goals: How will I give my body the best chance?

Tubuh dan kesehatan yang ada pada kita sekarang adalah sebuah anugrah. Maka, kita harus mensyukurinya dengan menjaga kesehatan. Misalkan kita berkomitmen untuk berolahraga secara teratur, menjauhi junk food yang enak banget itu demi kesehatan.

  1. Career and Finance Goals: How can I find financial freedom while doing what I love?

Area ketiga dalam hidup yang harus dimaksimalkan adalah bagaimana kita bisa mencapai karir yang kita inginkan dan kebebasan finansial pastinya.

  1. Spiritual and Emotional Goals: What will foster internal strength?

Wohh, ini adalah yang paling powerful! “Your inner life is the engine that will push, guide, and direct you” (King, p.79).  Pertama yang harus kita miliki adalah kedisiplinan batin (komitmen untuk rajin beribadah, tidak mudah untuk terpancing emosinya meski banyak yang memancing perkara, dll). Kedua kita harus punya pikiran yang sehat. Bukankan apa yang kita pikirkan itu yang tergambar dalam kehidupan sehari-hari? Ketiga adalah mau untuk memaafkan orang lain dan meninggalkan emosi negatif kita.

  1. Travel Goals: How can I grow by experiencing the beauty and people of the world?

Berkeliling ke tempat-tempat baru, siapa yang tidak mau, apalagi kalau gratis, hehe. Tapi yang paling penting dari bepergian kita bisa belajar banyak hal, bertemu orang baru, budaya baru, alam, dan kejadian tak terduga lainnya.

  1. Friends and Family Goals: How can I make sure the people around me know how much I love them?

Ya, ini berkaitan dengan bagaimana kita menyatakan rasa sayang kita kepada orang-orang di sekitar kita. Bisa keluarga, teman, teman saja, teman dekat, teman sangat dekat, teman tapi mesra, teman tapi ter-PHP, dan teman-teman yang lain. Ternyata setiap orang punya cara tersendiri untuk menyampaikan rasa sayang tersebut. Jadi, gak bisa dipukul rata ya.

  1. Accomplishment and Experience Goals: What have I always dream of doing?

Ini bisa dicapai dengan belajar keterampilan baru yang ingin dipelajari, mengoleksi sesuatu yang ingin kita koleksi, bertemu dengan orang-orang yang ingin kita temui, dan menghadiri acara yang kita ingin hadiri.

Area-area ini penting dalam hidup kita karena terkadang goal dalam hidup kita itu berkaitan satu dengan yang lain. Goals kita bisa dicapai dari banyak cara dan hal. Contohnya adalah dalam hal keuangan, saya ingin mengalami kebebasan financial di usia 30 tahun. Kebebasan financial ini bisa dicapai jika kita punya kesehatan yang baik. Bagaiamana kita bisa bekerja keras tanpa jasmani yang kuat?

YORGs yang kita buat juga harus spesifik untuk diri kita sendiri (tempat, waktu, tahun, dll), terukur, dan bisa untuk dicapai.  “Outrageously, though, describes how it looks to you. Ridiculous is how your goals are going to look to everybody else!” (King, p.108). Meski terdengar “gila” menurut orang lain, tetapi buatlah YORGs kita itu masih sangat mungkin untuk dicapai. Nikmati prosesnya, bukankah sesuatu yang mahal itu akan sulit didapat, dan hanya orang-orang tekun yang pantas untuk mendapatkannya?

Akhirnya aku belajar banyak dari YORGs ini. Psstt… aku buat YORGs ini jadi resolusiku untuk tahun-tahun berikutnya. Yuk, kita mau belajar bersama-sama untuk memaksimalkan area dalam hidup kita! Cheers!

I believe that being successful means having balance of success stories across the many areas of your life. You can’t truly be considered successful in your business life if your home life is in shambles.

– Zig Ziglar

Iklan

9 tanggapan untuk “YORGs

  1. Kereeeenn ceceeh!! Ini membantu poll orang lain utk bs bikin hal yg sama, di wkt yg bersamaan, ini akan trs jd reminder for ur own YORGs

    Keep on keeping on!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s