Pucu’an (2)

Halo semua, sudah makan belum? (ngingetin aja, sapa tau gak ada yang ngingetin). Udah baca post yang pertama belum?

Pucu’an

Post kali ini adalah lanjutan dari perjalananku dan iForest di Desa Pucu’an. Ini cerita yang terakhir kok. Cerita kali ini lebih ke “The Untold Stories”-nya deh. Enjoy!

Raja sinar telah berganti rembulan. Kami kembali ke rumah Bu Tatik untuk makan malam yang sudah disediakan oleh Bu Tatik sekeluarga. Kami disuguhi (tentu saja) hasil tambak dari suami Bu Tatik. Ada ikan, udang, dan sambal yang enak sekali plus hangatnya teh manis yang menemani malam itu.

IMG_20151012_185718.jpg
Enak ya, Ad?

Setelah mengisi perut sampai kenyang, Bagas, Ronaldo, Davin dan Adriel berkeinginan untuk mengikuti suami Bu Tatik yang berprofesi sebagai nelayan tambak untuk ikut menangkap kepiting. Sedangkan sisanya, memilih untuk tinggal di rumah Bu Tatik dan mempersiapkan materi pengajaran besok.

(Benar-benar) malam pun tiba. Kami memutuskan untuk beristirahat. But, wait. Tempatnya gak cukup. Cuma ada 2 (dua) ranjang kecil yang hanya cukup untuk 4 (empat) orang. Itupun juga sudah sempit. Akhirnya dengan ke-manhood-an cowok-cowok perkasa ini, kita yang cewek-cewek tidur di dalam ruangan, dan yang cowok tidur di teras. Iya teras, jadi kalau orang lewat bisa lihat kita tidur. Aslinya mereka yang cowok cowok pingin tidur di sekolah aja. Tapi waktu dengar

IMG_20151013_000439.jpg

“Kak, biasanya memang ada 2 orang yang suka lewat-lewat, mondar-mandir di sini.”

Wetsss, langsunglah pikiran kita melayang-layang. Repot juga ini. Akhirnya mereka yang manhood memutuskan untuk tidur di teras rumah, dengan pintu rumah paling depan di buka. Kenapa di buka? Ini bukan karena kita yang gila yaa. Supaya kalau di “serang” yang laki-laki juga gak merasa sendirian. Tapi puji Tuhan tidak terjadi apa-apa, walau Bagas, Ronaldo, Davin, dan Adriel akhirnya memilih untuk gak tidur atau tidur bergantian demi menjaga kami. Ahhhh…. So sweet! Boyfriend-able

20170112_100630
Gimana gak boyfriend-able, jaga kami aja pakai kacamata.

Pagi-pagi sekali kami sudah bangun untuk mandi. Karena kalau sudah siang sedikit saja, kami harus antri untuk mandi. Di sana tidak ada kamar mandi pribadi, mereka hanya punya kamar mandi yang dipakai bersama-sama dan hanya berjumlah 3 (tiga). Parahnya tidak ada lampu di kamar mandi. Habis gitu pintunya gak bisa di tutup. Udah gitu, pegangan pintunya bolong, so harus ditutupin sama orang lain. Air. Hmmm, harus menimba dulu di sumur.

bagas-mandi-copy

Lalu masukkan airnya ke dalam ember, embernya di masukkan ke dalam kamar mandi. Kamar mandi ditutup, dan harus  ada satu orang yang jaga di depan kamar mandi untuk menutupi bolongan itu. Hmmm, mau mandi aja susah…Tapi seru dan jadi bahan refleksi kami untuk lebih bersyukur. Pengalaman baru, hehe biar tahu rasanya susah gimana. Malam kemarinnya pun kami mandi seperti itu juga, tengah malam kebelet apapun dan harus ke kamar mandi ya begitu deh.

Setelah mandi, kami sarapan pagi yang sudah dimasakkan oleh Bu Tatik. Setelah itu kami mencuci piring, sendok, garpu yang kami pakai. Sudah enak-enak cuci, sudah bersih juga. Eh, gak taunya piring yang sudah bersih diinjak sama sekumpulan ayam. Mau marahin ayamnya juga gak bisa. -_- Ya, udah deh cuci lagi. *sabar*

Agenda hari terakhir. Kami mengajarkan mereka keterampilan membuat kotak pensil dari karton, tapi kuat banget dan bisa dipakai, lho. Kami juga menyediakan berbagai macam hiasan. Mereka membuatnya dengan sangat kreatif sekali.

P1050685.JPG

Setelah itu ada permainan rally games. Ada 4 (empat) pos yang tersedia dan 4 (empat) kelompok yang bertanding. Di dalam rally games ini mereka harus membuat yel-yel dan saling bekerja sama untuk memenangkan permainan setiap posnya. Permainan tiap posnya mainstream sih tapi keren kok (membela diri, padahal persiapannya yang kurang). Kami juga menyediakan hadiah untuk mereka baik yang menang ataupun yang kalah.

20170112_095422.jpg
Ini waktu Rally game, simple games matters 😉

Setelah itu kami pun berkumpul di dalam kelas dan merangkum seluruh kegiatan 2 (dua) hari yang sudah kami dan anak-anak lalui. Tiba-tiba

“Kak, kita punya sesuatu untuk kakak.” Seru seorang anak yang langsung berdiri diikuti oleh teman-teman yang lain.

And, guess what? Mereka bernyanyi untuk kami sebagai tanda ucapan terima kasih. Ya sudah deh pada baper, pada gak mau pulang. Tapi ya tetap pulang sih. Hahaha. Setelah itu kami tutup dalam doa. Kami berpelukan satu dengan yang lain, dan aku lihat hampir semua anak-anak juga menangis.

20170112_100459.jpg
Nadia, teman-teman, dan hasil prakarya.

“Kak, kapan kembali ke sini?”

Belum pulang sudah di suruh kembali dek, dek. Tapi itu berarti kehadiran kami di sana sangat bermakna untuk mereka. Sepertinya bukan mereka yang belajar dari kami, tetapi kami yang belajar banyak dari mereka.

“Secepatnya, ya. Secepatnya.”

Kata secepatnya pun mengakhiri perjumpaan kami kali itu. Kami bergegas untuk beres-beres dan pulang, memberikan oleh-oleh dan sedikit untuk bu Tatik dan keluarganya.

Kalau waktu berangkat kami di sambut oleh kambing. Pada waktu pulang, kami dihantar oleh murid-murid kami (udah berasa guru), dengan kambing juga sih. Well, such a grateful experience! I’m so blessed to be in this team, iForest! Waktu nulis ini juga kangen mereka, kangen anak-anak. Kangen iForest juga yang sudah pada mencar karena sibuk kuliah.

Jadi pingin balik lagi kan….. Ada yang mau ikut?

 

Btw, keep in touch with iForest also on instagram:

https://www.instagram.com/venyfennensia/

https://www.instagram.com/nadiajean10/

https://www.instagram.com/davinreinaldogozali/

https://www.instagram.com/vincentiusronaldo/

https://www.instagram.com/bagaswahyunugroho/

https://www.instagram.com/adrielsetiawan/

 

The purpose of life is to live it, to taste experience to the utmost, to reach out eagerly and without fear for newer and richer experience

-Eleanor Roosevelt

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s