Time Is (not) Money

Waktu, gratis tapi sering diabaikan

Tunggu, apakah waktu benar-benar gratis?

Waktu, orang bilang selalu berjalan

Tunggu, apakah waktu tidak berlari?

Waktu, sering dipermainkan

Tunggu, apakah waktu sebuah permainan?

Hai semua, jangan serius-serius gitu dong bacanya, hehe. Waktu, waktu, waktu. Entah kenapa jadi ingin bahas ini. Yuk, belajar bersama.

“hmmm, maaf aku gak ada waktu nih..”, “sorry aku gak bisa, sibuk banget”, “eh cepet banget nih udah jam segini aja”,”Kenapa sih kamu selalu gak ada waktu buat aku. Jadi aku bukan prioritas kamu?!” (lah kok jadi baper gini). Hahaha.

Tapi, tidak bisa dipungkiri kalau memang kita sedang berjalan dalam suatu dimensi waktu. So, waktu sudah jadi bagian yang penting dalam hidup kita untuk kita manfaatin.

Pernah dengar kalimat dari Malcolm Gladwell: “It takes about 10.000 hours of dutiful practice and experience in a particular field to become a master in it”? Sepertinya masuk akal juga.

malcolm-gladwell
Malcolm Gladwell

Bayangkan, dalam setahun kita memiliki 8,766 jam. Saya yang berusia 18 tahun berarti sudah menghabiskan 157.680! Berarti paling tidak, saya seharunya sudah bisa menjadi ahli di beberapa bidang yang unik. Ya 5-7 bidang lah…

Kalau begitu dimana ya keahlian-keahlian itu? Baru sadar nih setelah baca bukunya Shaun King yang pernah aku bahas di YORGs. Top 7 waste time goes to:

  1. Televisi. Baik itu TV lokal, internasional, dan yang lainnya. Kalau dihitung-hitung mungkin hampir kita semua sudah jadi “master” di dalam hal menonton TV.
  2. Sosial Media. Jaman sekarang kalau gak punya sosial media juga gak bisa yaaa. Cuma yang perlu dipertimbangkan jangan sampai ketergantungan.
  3. Web surfing. Biasanya kalau sudah buka website, jadi keterusan untuk buka situs yang lain deh.
  4. Commuting. Ini soal mobilitas. Contohnya kalau kita bekerja di Bandung ya lebih baik kita juga tinggal di Bandung, daripada kita harus pulang-pergi Bandung-Jakarta yang menghabiskan waktu.
  5. E-mail. Jaman sekarang manusia sering berkomunikas dengan e-mail. Entah itu masalah pekerjaan, tugas di sekolah atau mungkin sekadar menerima notification. Tidak jarang juga bakal muncul spam dan e-mail yang kurang penting dan mengganggu.

    addicted
    Sumber:Google
  6. Texting. Nah lho, ini juga termasuk chatting. Kadang kita membalas pesan seseorang bisa sampai 2-3 menit, sedangkan kalau kita berbicara dengan orangnya langsung (untuk topik pembicaraan yang sama) pasti lebih menghemat waktu. Jadi, mending kalau pacaran jangan chatting, tapi ketemuan. 😉
  7. Video Game. Main kadang kebablasan juga ya. Butuh pengendalian diri aja dan pengaturan waktu kapan kita boleh main kapan harus melakukan tanggung jawab. Karena hanya untuk mencapai reward di dalam game, juga tidak bisa nikmati secara langsung…. Kurang worth it lah.

So, kalau begitu jadi ingin share soal waktu versiku. Berdasarkan pengalaman dan perenungan yang panjang, yang aku pikirkan soal waktu adalah

  1. Time is an investment

Tuhan memberi kita waktu 24 jam bukan untuk diabaikan, dibuang, dan disia-siakan. Justru menurut saya Tuhan memberi kita waktu itu sebagai “modal” awal nan gratis. Di mana seharunya “modal” itu bisa kita investasikan. Investasinya bisa dengan cara menggunakan waktu sebaik mungkin dan mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat.

time-to-invest
Sumber: Google

Lalu mengapa banyak orang yang tidak bisa “balik modal”? Terlepas dari setiap orang punya awal hidup yang berbeda-beda, waktu kita tetap sama 24 jam bukan? Buat saya satu, mungkin mereka belum mengerti bagaimana cara menghargai waktu. Mungkin saat kita menginvestasikan waktu, kita tidak dapat langsung menuai hasilnya (sama seperti investasi yang lain). Tapi percayalah, suatu saat investasi kita akan berbuah dan berbunga.

  1. Time is Giving

“Time is a created thing. To say “I don’t have time,” is like saying, “I don’t want to”.- Lao Tzu

giving-time-1
Sumber: Google

Waktu itu soal menyediakan dan memberi. Sering gak sih denger, “sorry aku gak bisa”, “aku takut waktuku habis.” Hmmmm. Kembali lagi ke poin awal. Kalau kita memberi tanpa megharapkan menerima, pasti waktu yang kita beri tidak akan terbuang dengan sia-sia. Menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah orang lain, suatu saat kita juga akan diperlakukan seperti itu. Ingat, hidup bukan tentang diri kita sendiri, tetapi juga untuk berbagi dengan orang lain. Jadi yuk, sama sama belajar. Hehe

  1. No Regret.

Karena kita sedang berada di waktu yang terus berlari (oh come on, time flies so fast, huh?), masak kita tetap stuck di satu titik aja dan menyesali apa yang sudah terjadi? Waktu aja bisa move on, masak kamu enggak. Dia aja udah ada yang lain, kamu kok masih stuck #ehh. Poinnya adalah, semua yang sudah terjadi itu bagian dari sejarah kita. Mau diputar kembali juga gak bisa, mau kembali ke titik itu juga gak bisa. Menyesal pun juga bukan sebuah jalan keluar, bukan?  Malah menambah beban, membuat kita tidak bisa melihat apa yang ada di depan. So, yang harus kita lakukan adalah move on.

time
Sumber: Google

Ibaratnya seperti hamster yang dengan asiknya main di “tread mill” nya dia itu (gak tau sebutannya apa). Kalau hamsternya diam saja di tengah roda yang berputar, maka dia tidak bisa menjaga keseimbangannya dan malah jatuh. Tapi kalau dia ikut bergerak, maka dia bisa menikmati hidupnya!

Well, pada akhirnya waktu bukan cuma soal uang. Kita gak perlu cari waktu seperti uang. Kita juga tidak perlu takut kekurangan waktu berbeda dengan uang (apalagi uang anak kos). Waktu juga tidak cuma bisa dikonversi menjadi uang, tetapi bisa dengan perhatian, kasih sayang, dan pemberian dari kita untuk orang lain. Waktu yang Tuhan beri memang salah satunya untuk bekerja, mencari uang untuk bertahan hidup. Tapi hidup kita bukan hanya soal uang kan?

“Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Efesus 5 : 16

Iklan

4 tanggapan untuk “Time Is (not) Money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s