Ulalaa, Goes to Socialite

Libur t’lah tiba, libur t’lah tiba. Hore! Hore! Hore! Hayoo siapa yang baca sambil nyanyi? Hehehe (PS: Kenyataannya liburan hampir usai waktu nulis ini)

Yap memang benar, ini lagi musim liburan buat anak kuliahan, so selain mengisi waktu liburan cuma makan-tidur-makan-tidur, akhirnya berdasarkan inisiatif dari 9 kepala, kita memutuskan untuk temu kangen, cerita-cerita, without gossiping! Jadi tanpa pakai frasa “Katanya ini, katanya itu”. Ulalaa…

Iya namanya Ulalaa (bukan aku niruin gaya Syahrini lo ya). Jadi Ulala yang berisikan 9 cewek-cewek dari satu SMP yang sama. Ya kalau dihitung-hitung sudah 6 tahun lah persahabatan kita.

“If a friendship lasts longer than seven years, psychologists say it will last a lifetime”. So Yes! Kurang setahun lagi donk! I’m so grateful to have them in my (especially, junior and high school) life! Kalau ditanya happy? Pasti. Ada konflik? Banyak. Beda Pendapat? Sering. Sayang mereka? Banget!

Ullaa full team.jpg
Dari kiri ke kanan: Monica, JR, Defira, Wiwi, Melinda, Jessy, Veny, Sarah, Sandra

So, Here’s my squad: Monica (anak dance yang kalau ketawa gak bisa pelan sampai diliatin orang), Sandra (leader komsel yang dewasa banget tapi jayus), Stevani aka Wiwi (cewek yang care banget tapi agak lola), Defira (cece yang super sibuk kesana kemari dan punya segudang cerita untuk digalauin), Veny (katanya dia sendiri ‘penny the unyuest’ dan sering telat -_-), Melinda (calon ibu dokter yang super sabar dan jaim), Jessica aka Jessy (cece yang paling tua tapi paling mini- eh maksudnya paling cute ;)), Jessica R. aka JR (cece hotel yang kamera HPnya paling bagus dan detail buangett) dan aku sendiri, Sarah!

Karena udah masuk kuliah, dan kita kuliah di tempat yang berbeda-beda, jadi kita jarang banget buat ketemu full-team :’) mumpung ada waktu kita sempetin deh, setelah 6 bulan gak ketemu! Akhirnya tanggal 14 Januari 2017 kami berangkat bareng. Ya namanya juga Ulala, kalo gak telat itu hal yang warbiyasahh… Kalau gitu yang bikin telat siapa? Hayoo siapa… Ada deh, rahasia Ulalaa saja (PS: Bukan aku kok, sungguh).

Pertama, kita berangkat ke Hokky di daerah Loop Surabaya untuk foto-foto. Itu loh, foto yang warna biru yang lagi hits di feeds instagram koko dan cici Surabaya 😉

hokky 2.jpg
On location: Rooftop Hokky

Karena panas, haus, dan capek, kita memutuskan untuk mampir dulu di PTC (Pakuwon Trade Center) yang sebenarnya tidak diagendakan.

PTC memang sudah jadi basecamp Ulalaa kayaknya, setiap kali jalan-jalan ujung-ujungnya pasti PTC. Hahaha. Tapi memang PTC top markotop deh kalau buat jalan-jalan santai, dan fyi PTC adalah salah satu mall terbesar di Surabaya Barat dan tanggal 22 Februari bakal banyak tenant baru yang buka di Pakuwon Mall ini.

 

Setelah dari PTC, kami langsung menuju ke The Socialite yang terletak di Jl. Indragiri 36, Surabaya. Kami juga sudah booking sebelumnya untuk jam 4 sore, 9 orang. Amaze banget waktu pertama kali datang sama interiornya.

20170114_173913
Socialite’s Interior on Point
20170114_173645
Another Point of the Interior

Banyak spot foto yang bagus baik itu di lantai 1 atau lantai 5. Untuk restaurantnya sendiri ada di lantai 5, jadi bisa juga liat pemandangan jalan kota Surabaya dari luar jendela. Langsunglah kami melihat menunya, harganya lumayan sesuai untuk konsep restaurant fine dining. Setelah berdiskusi panjang untuk makan apa, tepat jam 17.00 kami pesan beberapa makanan.

20170114_170200
From top: Social Fries, Escargot, Fruity Marine Salmon

Escargot (38 K), Fruity Marine Salmon (48 K), Socialite Fries (48 K), Bacon & Cheese Spaghetti (68 K),

nasgor
Socialite Fried Rice

Socialite Fried Rice (48 K), Mushroom Tortellini (68 K), Milecrepes Chocolate (40 K), Panacotta Strawberry (38 K).

dessert
This desserts are as sweet as you 😉

Namanya juga Ulalaa, kalau habis makan gak ditutup cerita-cerita juga gak asik. Apalagi kalau topiknya bukan… ehemm. Iya, kamu nih, iya kamu!

“Lo udah nggak kok sama yang itu, sekarang udah ada tapi ya LDR…”

“Udah lama kok putusnya, yaa sebulanan lahhh….”

“Gak ada siapa-siapa, yaa Cuma lirik-lirik aja sih di kampus….”

“Ya maksudnya aku udahin aja semuanya, karena memang aku gak siap…”

“Iya, masih berjuang buat dapetin restu, tunggu lah beberapa bulan lagi…”

“Hahaha, gak jadi deh, ya karena memang sibuk masing-masing….”

“Sama temen gereja, deket kok, doain ajaa…”

“Lagi galau, ya lagi-lagi masalah papa sih, kok kayaknya kodenya negatif…”

“Ya gak ada, lagi gak sama siapa-siapa sihh….”

Well, semakin malam Socialite bakal semakin rame dan penuh dengan tulisan “RESERVED” di mejanya. Unfortunately, agak kecewa sama pelayanannya. Waktu datang memang sudah di reserved sih, tapi di meja sebelah ada cici-cici yang gak dapat tempat duduk yang diharapkan jadi harus pindah-pindah deh. Sama kayak Ulalaa. Sekitar jam 17.30, kami harus pindah ke meja yang lain. Entahlah, sepertinya memang ada acara.

Soal pemesanannya juga trouble nih. Sudah pesan, dan sudah dicatat sama pegawai di sana, tapi kok ya masih aja tanya

“Mas, ini makanannya ada yang belum keluar.”

“Oh iya, yang belum keluar pesanannya apa ya tadi?”

“Kok jadi tanya kami mas, hmmm…..” ini dalam hati kok 😉

Udah gitu, nunggu makanan keluarnya juga sejam-an hmmm… Ya mungkin lagi bingung persiapan buat acara selanjutnya kali yaa.. Tapi kan semua pelanggan punya hak yang sama, ya gak? 😉 But, overall it’s quite enough paling nggak dapat refrensi baru soal restaurant.

So, here’s our review. PS : angkanya di rata-rata dari penilaian kami ber-9.

Escargot                                         6,8/10

Fruity Marine Salmon                 7,8/10

Socialite Fries                               7,7/10

Bacon & Cheese Spaghetti         8,3/10

Socialite Fried Rice                     7,3/10

Mushroom Tortellini                  7/10

Milecrepes Chocolate                 7,2/10

Panacotta Strawberry                 7,7/10

Suasana                                         8,1/10

Service                                          5.2/10

foto-cover-ulala
Ulalaa’s Family

At the end, dengan berakhirnya malam itu, bukan menjadi akhir dari persahabatan kami. Mungkin kita semua punya teman yang jadi susah banget buat kumpul karena sibuk mengejar cita-cita masing-masing. Sudah punya new circle masing-masing di tempat kuliah Tapi ingat, yang namanya hubungan itu perlu perawatan, paling nggak sempetin tanya kabarnya, ingat tanggal ulang tahunnya dan diucapin yaaa, berusaha untuk tetap keep in touch. Simple things matter! Karena pada akhrinya, kalian akan ngerasain enaknya berjuang sama teman, enaknya saling support. Like ours, Ulalaa.

Well Ulalaa, will always be my Ulalaa-no matter what.

Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity

-Khalil Gibran-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s