Era Imajinasi

what is your purpose in your life?

Satu kalimat.
Simpel.
Tapi dalam.

Di mobil, seketika perjalanan dari rumah menuju kampus jadi terasa berat. Semua orang seketika langsung terdiam. Entah berpikir bagaimana menjawab pertanyaan gadis berusia 15 tahun, atau berpikir tentang tujuan hidup ini.

“….” pikirku.
Ya. Hanya pikiran kosong

Sontak aku langsung mengingat kembali kalimat ini.
“Kalau sebuah pertanyaan belum bisa kamu jawab secara cepat dan masih berpikir, tandanya kamu masih belum benar benar menemukan jawaban dari pertanyaan itu atau jawabannya belum pernah kamu pikirkan dengan sungguh-sungguh.”
Ada benarnya juga.

“Jadi orang sukses.” tutupku dan segera berpamitan untuk pergi dan turun dari mobil

Well, jawaban standar semua orang.
“Jadi orang sukses.”

Cukup baik. Tapi kurang greget. termasuk jawabanku tadi.
Tidak ada pengikat waktunya
Tidak ada detil detil manis
Tidak dapat di ukur keberhasilannya

Besoknya aku langsung coba bereksperimen untuk bertanya ke beberapa orang.
Jawabannya sungguh tidak mengejutkan.
Seperti yang sudah aku tebak.

“Hmm, nanti aja deh mikirnya”
“Apa ya…”
“Lihat aja deh nanti jadi apa pun ya sudah”
“Duh, paling ujung ujungnya juga gini gini aja”


Refleksi kembali:
Beda ya.
Waktu dulu masih kecil
“Cita-citamu apa?”
Dengan lantang menjawab
“Dokter” “Miss universe” “Pilot”
Ah, sungguh sangat imajinatif
Dan terkadang
Idealis.

Memang usia sering membawa idealisme kepada realisme
Mungkin
Kesibukan membuat kita jarang bermain di era imajinasi
Mungkin
Perasaan aman dan nyaman dengan apa yang ada sekarang membuat kita hanya mengikuti rutinitas
Mungkin
Terlalu banyak keinginan hati dan harapan membuat kita tidak tepat sasaran

Tetapi,
kehilangan gairah itu berbahaya

Berpikir. Berpikir. Berpikir.
Memang tujuan hidup perlu digumulkan.
Tapi jangan buat jadi beban
Sampai mengaburkan
Apa yang jelas terlihat di depan mata
Sembari terus bertanya kepada Sang Khalik.

Imajinasi. Imajinasi. Imajinasi
Siapa kita di kemudian hari
Apa kita di kemudian hari
Bagaimana kita di kemudian hari
Adalah suatu hal yang lumrah.
Disertai dengan motif yang benar
Maka percayalah
Tuhan juga akan bermain
Di era imajinasimu

Selamat berimajinasi.

Iklan

6 tanggapan untuk “Era Imajinasi

  1. Kalau masalah tujuan hidup.., stidaknya saya masih suka berimajinasi sampai saat ini.. diusia saya yg skrng ini haha 🙂

    Suka

  2. Aku juga sering nanya hal gini ke temen2 sekampus, dan semua belum bisa jawab dengan spesifik (semua bilang “nyenengin orang tua”, “jadi orang tua yang baik”, “jadi orang sukses”, dsb)

    Suka

  3. What a deep thought baby! Suka bgt dgn tulisanmu..life without vision is useless..we have to keep moving to find it 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s