Sebuah Percakapan di Telepon: Nggak Tidur?

“Sampai ketemu besok jam 12 siang. Aku yang jemput ya?,” ucapnya dari ujung telepon WhatsApp di sebelah sana.

“Hmm boleh. Kamu tahu kan harus jemput aku di mana?” tanyaku tanpa sadar sembari senyum tipis

“Iya tahu kok. Di sebelah rumah makan bebek itu kan?”

“Ih bukan. Di sebelah salon,” ucapku menjelaskan.

“Iya tahu tahu. Aku bercanda hehehe. Nggak tidur?”

Pertanyaannya membuatku terpaksa membuka mata dan melihat ke arah jam digital di meja belajarku. Sebelumnya aku terus memejamkan mataku, karena setengah mengantuk. 1.30 A.M, begitu tulisnya. Tidak terasa percakapan via telepon pertamaku dengannya sudah berlangsung 3 setengah jam!

“Hmmm, belum ngantuk sih,” elakku karena tak ingin menghentikan percakapan ini sekarang. Khas anak muda yang sedang dimabuk kepayang.

“Emang lagi apa?” Pertanyaan ini membuat senyumku semakin mengembang. Asik! Telepon ini belum berakhir.

“Hmmm telepon?” Jawabku diplomatis. Padahal fantasiku sudah pergi membayangkan rencana kencan pertama nanti. Iya nanti. 10 jam lagi!

Aku tak sabar. Tak sabar untuk keluar dengannya pertama kali. Movie date menjadi pilihan kami. Terlintas di ingatan ucapan protes temanku.

“Nonton? Kok nonton sih? Kan jadi nggak bisa banyak ngobrol, padahal kan kamu ingin kenal dia?” Aku tersenyum kecut mengingatnya.

Ah sudahlah, movie date salah satu cara elegan menutupi rasa canggungku di kencan pertama. Toh aku juga yakin, akan ada banyak waktu yang kuhabiskan dengannya setelah ini.

Selama-lamanya mungkin?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s