Spaghetti Carbonara: Sebuah Percakapan Kecil

“Enak nggak?” tanyanya sambil asik menyantap chicken curry seharga tiga puluh delapan ribu rupiah yang dia pesan.

“Enak! Ini spaghetti carbonara terenak yang pernah aku makan.” ucapku bersemangat sambil sedikit menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan di sampingnya sampai lengan kami bersinggungan.

“Masak? Sini coba punyamu,” pintanya mengarahkan sendok ke piringku. Tentu saja sembari memiringkan sisi kiri badannya. Gerakan itu membuat lengan kami bersentuhan kembali. Kali ini selama lima detik.

“Enak kan?” tanyaku dengan mata berbinar sembari berharap dia menjawab ‘iya’. Bukan hanya karena rasa spaghetti carbonara-nya, tapi juga karena rasa asik berdekatan

Kami tak pernah duduk sedekat itu sebelumnya. Malam itu, meja nomor empat khusus untuk enam orang kami tempati hanya berdua. Iya berdua.

Kalau kamu masih sendiri kan? Ciyeee.

Kami berbincang mulai dari tugas kuliah, sampai memilih internet provider apa yang paling tepat. Maklumlah, internet provider Indonesia kan kayak siput. Topik lagu favorit, hingga personality assessment juga kami bahas.

“Kamu pleghmatis?” tanyaku padanya penasaran.

“Hm, aku agak lupa sih, entah yang paling tinggi pleghmatis atau sanguin” jawabnya.

“Wah, kita beda banget ya.” ungkapku. Iya aku melankolis dengan campuran koleris.

“Tapi, dari yang aku dengar kalau nanti cari pasangan mending yang beda banget sekalian,” ungkapnya berusaha mendeskritkan perbedaan kami. Meski aku tidak begitu setuju dengan pendapatnya.

Ia melihat sepintas ke arahku, tersenyum singkat. Setelah itu, ia langsung kembali berkonsentrasi menghabiskan makanannya.

Aku menoleh ke arahnya, melihat sebuah senyuman mengembang. Iya, senyum pegawai yang menawarkan “Ada tambahan pesanan lagi?”

Bukan-bukan. Maksudku senyum pria yang aku kagumi, yang pergi untuk movie date pertama. Dari senyumnya, aku tahu apa yang sedang ia pikirkan.

Ya, sama dengan apa yang aku pikirkan.

Pasangan.

Untuk selama-lamanya, kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s