Kata Air Mata

Malam itu aku tidak bisa tidur. Entah menghadap kanan atau kiri bahkan terlentang sekalipun, aku tetap tidak dapat terlelap. Mencoba membenamkan wajahku ditumpukan bantal sembari memejamkan kedua mata, aku tetap terjaga.

Aku menyerah.

Aku mengambil handphoneku tepat di atas meja kecil coklat di sebelah kiri tempat tidurku

“Masih belum ada pesan masuk.” Aku menaruh kembali handphoneku di atas meja dan memiringkan badanku ke kanan.

Tak lama, aku memutuskan untuk bangun dan duduk di atas kasur. Aku mengambil handphoneku kembali. Aku mencari kontaknya dan mulai mengetik sebuah pesan singkat: Kok nggak dibahas lagi sih?

Ah tidak, tidak. Aku menghapus pesan yang terlihat murahan itu. Saat aku sedang berpikir dan ingin kembali mengetik aku mengingat memori tiga jam yang lalu.

Sebuah pengakuan karena ketahuan keluar dari mulutnya.

Seorang perempuan lain yang mengisi waktu empat puluh lima menitnya setiap hari untuk saling bertukar cerita via video call.

Belum lagi peristiwa pergi hanya berdua dengan alasan ‘satu acara’. Di tambah ucapan saling menyapa dan menggoda setiap hari via LINE. Serta pengakuan: “Aku tertarik dengannya, dan dia juga tertarik dengaku. Kami memang sama-sama tertarik.”

Rasa sakit itu  masih tak bisa aku lupakan. Mengakhiri hari ini tanpa sebuah keputusan. Aku memang belum siap. Belum siap untuk melepaskan. Setelah banyak waktu dan tenaga yang dihabiskan, saling memberi dan menerima perhatian. Apakah ini yang dinantikan?

Memori itu menarikku jauh lebih dalam, masa-masa indah kencan pertama di bioskop, mencoba makanan baru termasuk spaghetti carbonara, dan hal lainnya yang belum sempat aku ceritakan.

Memang benar, kita akan lebih mudah merasa dilukai dengan orang-orang yang kita cintai.  Tapi, apa kejadian tiga jam lalu adalah bentuk cinta? Maksudku cinta yang patut dipertahankan?

“Aku sudah membuat keputusan. Besok kita ketemu ya.” Aku menekan tombol kirim. Menaruh kembali HPku dan memeluk gulingku dengan erat. Sebuah bulir air mata jatuh di pipi kiriku. Seakan berkata dalam geming.

Aku sedih.

Iklan

3 tanggapan untuk “Kata Air Mata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s