Jumat Berfaedah: Belajar Branding dan Melihat Perspektif Lain

Makin ke sini, makin susah cari kerja.

Kalimat sering kita dengar entah dari teman, kerabat, keluarga dekat atau jauh, tetangga, bahkan supir ojek online yang baru kita kenal hari itu.

Sebenarnya apa yang membuat orang sulit cari kerja? Padahal, kalau dilihat peluang kerja harusnya semakin banyak dengan menjamurnya teknologi serta media sosial.

Jawaban yang aku temui: banyak ekspektasi perusahaan yang tidak sesuai dengan kualifikasi pekerja.

Biasanya idealisme anak muda termasuk aku akan menjawab: Kerja sendiri aja kalau gitu. Very Nice! (kayak muji diri sendiri ya). Peluang kerja tersebut sangat mungkin dilakukan. Hal ini berkaca pada banyaknya creativepreneur yang berlomba-lomba menuangkan ide kreatif mereka ke dalam sebuah karya.

Tapi, tetap ada tapinya.

Persaingan rasanya tak bisa terhindarkan dan semakin ketat. Aku mau cerita kejadian Jumat beberapa minggu lalu. Bermula ingin belajar hal yang baru. Membawaku bertemu banyak hal yang selama ini belum pernah aku lihat. Iya, aku belum pernah melihat persaingan yang ketat.

Sebenarnya aku ngapain?

Waktu itu aku diajak sama teman untuk datang disebuah acara sharing bersama dua orang pebisnis muda. Temanya tentang Good Branding =/= Good Business. Aku lagi tertarik soal branding dan ingin belajar lebih dalam. Akhirnya aku memutuskan untuk datang ke salah satu co-working space di Surabaya. Mumpung gratis juga (maklum anak kos).

Siapa yang aku temui?

Karin Binanto, owner dari Lareia Cake, Lareia Kitchen, Silly Scoop (produk es krim), Silly slice (produk pizza), Moru Milk (produk minuman dan silk pudding), Dough Darlings (produk donat), dan ada beberapa yang lain.

Pembicara yang kedua adalah Mikael Ifianto, pemilik branding agency Kika Design. Kika sendiri adalah kepanjangan dari Kiri dan Kanan. Artinya adalah kalau desain sesuatu harus pakai otak kiri dan otak kanan sekaligus. So, in creating something is not only for the esthetic but you must consider the function.

Banyak hal yang aku dapat.  Aku belajar bahwa brand is not about trend, but we must find the soul of our product. Kalau orang branding bilang ‘brand essence’.

Hal kedua yang aku dapat adalah terkadang kita sering mampet ide kreatif. Untuk mengatasi hal itu, mainlah yang jauh. Hahaha. Tapi, main yang jauh juga tidak akan menjamin kita mendapatkan insight. Jadi yang diperlukan adalah perasaan mudah terangsang saat melihat sesuatu. Terangsang untuk melihat bahwa ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan.

Berikutnya adalah take an action. Klise, tapi ada benarnya. Banyak orang yang penuh dengan ide kreatif. tetapi belum diterjemahkan ke dalam karya konkret yang dapat dinikmati orang lain.

Jadi hubungannya sama persaingan apa?

Waktu sesi kelompok dan tanya jawab, ternyata aku berada di antara anak-anak muda berusia 20-30 tahun yang punya bisnis sendiri. Mereka adalah orang-orang yang berani menerjemahkan ide abstrak ke dalam karya yang konkret.Beberapa dari mereka adalah pemilik café, pemilik toko roti, menjual cake secara online, jual vapor, dan lainnya. Berita baiknya itu masih Surabaya. Belum tahu kalau di Jawa bahkan di Indonesia.

Aku jadi sadar, selama ini yang aku lihat masih terlalu kecil dibandingkan dengan yang terjadi di luar sana. Sharing dan berkenalan dengan pelaku kreatif menumbuhkan motivasiku untuk terus berkarya. Selain itu menyadarkan diri bahwa selama ini terlena.

Memulai? memang rumit prosesnya. Harus branding, melihat segmen pasar, desain logo, menentukan produk dan pembeda dengan kompetitor, trial and error, dan lainnya. Tapi kalau tidak mulai dari sekarang, agaknya akan tertinggal jauh dengan mereka yang berani melangkah. Last but not least: di samping semua usaha yang dilakukan, tetap yang utama adalah berdoa.

Pertanyaanya sekarang, kalau Sarah mau buat karya baru apa?

Pstttt. Something new is coming!

Semangat berkarya!

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s