Menunggu Itu Nggak Enak!

Kesabaran akan benar-benar diuji saat menunggu.

Entah menunggu yang tepat datang, menunggu yang masih mau fokus sekolah dulu, atau menunggu yang tak peka itu.

Relasi relasi.

Tapi menunggu yang satu ini juga membuat setengah mati.

Menunggu kemacetan!

Perjalanan pulang dari kampus ke rumah kali ini memakan waktu lebih dari dua jam

Biasanya hanya 40 menit.

Setelah satu jam berebut jalan dengan sepeda motor, mobil, dan truk, akhirnya aku menemukan penyebab kemacetan yang mengekor sepanjang 2 km.

Ternyata hanya disebabkan oleh perbaikan jalan di sebelah kiri yang tidak lebih dari 3 meter!

Tapi, di tengah rasa kesal dan capai karena nggak bisa bersandar sama apapun, aku menangkap suatu hal.

Sadar atau tidak, kehidupan kita sejatinya seperti jalan.

Ada jalan yang mulus, tetapi juga ada yang berlubang.

Sesuatu yang berlubang bisa digambarkan sebagai sebuah beban, masalah, atau masa lalu yang belum termaafkan.

Lubang itu akan menghambat apa yang seharusnya kita bisa dapatkan.

Akibatnya, kita harus menunggu lebih lama, menunggu untuk lubang itu diperbaiki.

Well, sebenarnya sesuatu yang kita harapakan tak kunjung datang, bukan karena Tuhan tidak menyediakan itu untuk kita.

Tetapi, karena kita yang masih bebal dan memelihara lubang itu.

Terlalu mengasihani diri sendiri, juga tak perlu.

So, apa yang seharusnya dilakukan?

Perbaiki lubangnya!

Tapi, memperbaiki pun butuh waktu, dan kita tak bisa mengingkari sebuah proses.

“Sakit?”

“Iya.”

“Harus bersabar?”

“Pasti.”

“Menunggu lagi donk ujungnya?”

“Iya, tapi kali ini menunggu sesuatu yang pasti. Karena yang memperbaiki Sang Ahli.”

Tapi, ada lagi masalahnya.

Mau nggak diperbaiki? Karena terkadang kita nggak sadar kalau punya ‘lubang’ di hidup kita.

Atau kita sadar, tapi bebalnya manusia, terlalu nyaman dengan apa yang ada sekarang.

Pilihannya di tangan kita masing-masing.

Mau membiarkan ‘lubang’ itu terus ada dan membuat segalanya ‘macet’,

atau sadar dan mau memperbaikinya?

Kalau saranku, ya harus diperbaiki

Biar itu tidak membuat kita menunggu terlalu lama dengan apa yang mau Tuhan beri ke kita.

Di mana-mana menunggu itu nggak enak kan?.

 

Tepat pukul 22:42, akhirnya aku sampai di rumah

Iklan